Address
Dukuhan Pesantren Rt.21 Rw.02 Bendo, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62181
Telepon
+62 813-5902-7564
Alamat Email
sirojulhikmah99@gmail.com
Berawal dari sebuah keprihatinan kami, tepatnya pada bulan penerimaan siswa baru untuk semua sekolah di tahu 1999, ketika melihat banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan hal tersebut kami mencoba untuk mencari tahu akar permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dalam pendekatannya selama ini ada beberapa hal yang melatar belakangi rendahnya minat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, diantaranya adalah; rendahnya minat belajar bagi anak, kurang adanya suport dan dorongan dari orang tua dan faktor ekonomi. Dari hal tersebut pada akhirnya kami mengadakan riset atau uji permasalahan secara acak kepada masyarakat yang mempunyai anak-anak usia produktif khususnya di Desa Bendo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Setelah riset atau uji masalah di masyarakat dapat kami simpulkan ternyata kendala terbanyak yang kami temukan adalah faktor ekonomi atau ketidak mampuan membiayai anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah. Gambaran inilah yang terjadi di masyarakat Desa Bendo.
Desa Bendo adalah Desa yang terletak di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Secara geografis Desa Bendo berada 10 km dari Kota Bojonegoro dan 100 km dari Ibu Kota Propinsi Jawa Timur, dan dikelilingi oleh tujuh Desa berbatasan dengan jumlah penduduk kurang lebih 3.800 jiwa dengan rata-rata bermata pencaharian 80% sebagai petani dan buruh tani. Desa Bendo secara umum adalah Desa yang sangat subur karena dilewati saluran irigasi teknis yang membelah tiga bagian, yaitu timur, tengah dan barat yang ketiga saluran tersebut berhulu dari sumber mata air pirang, sehingga saluran yang membelah Desa Bendo tersebut dinamakan pirang kanan, pirang kiri dan ditengah-tengah Desa ada kali yang tak pernah kering walau musim kemarau.
Potensi terbesar yang dimiliki oleh Desa Bendo adalah pertanian dan peternakan, karena disektor pertanian di Desa Bendo memiliki lahan pertanian seluas 400 hektar yang terdiri dari 300 hektar pertanian irigasi teknis sedangkan 100 hektar lagi sistem pompanisasi sehingga dalam waktu 1 tahun bisa menghasilkan tiga kali musim panen dengan sistem padi 1, padi 2 dan polowijo. Padi dan palawija dengan hasil panen rata-rata dimusim panen padi 1.7 ton pada setiap hektarnya dan 6 ton pada musim padi 2 sedangkan dimusim polowijo dapat menghasilkan 2 ton pada hasil tanaman kedelai.
Disektor peternakan hampir 50% para petani juga beternak sapi dan kambing namun masih dikelola secara individu karena berternak ini masih dipandang sebagai tambahan hasil atau penopang dikala ada kegagalan dalam pertanian, padahal potensi ini jika dikelola secara maksimal dengan sistem kelompok akan mampu mengangkat perekonomian secara signifikan.
Secara umum lahan pertanian di Desa Bendo adalah lahan yang subur dan makmur, namun secara individu kepemilikan lahan pertanian sangat terbatas, sehingga rata-rata luas kepemilikan lahan 1.000 M2 sampai 2.500 M2 pada setiap orangnya, kalaupun ada yang lebih itu jumlah pemiliknya hanya beberapa orang saja. Kondisi status sosial ekonomi yang bisa dikatakan kurang mampu dapat kami pahami karena rata-rata pencaharian masyarakat hanya menggantungkan dari sektor pertanian saja dan tidak adanya ditunjang dari sektor yang lain misalnya berdagang, sehingga untuk memutar roda ekonomi merasa kesulitan.
Dari sinilah kami mencoba mengambil sudut pandang yang lebih luas dalam gambaran kehidupan di tengah-tengah masyarakat secara lebih luas. Jika kehidupan di Desa yang lebih subur saja masih banyak anak-anak yang putus sekolah atau bahkan tiak bersekolah, lalu bagaimana dengan kondisi di daerah atau desa lain yang potensi pertaniannya tadah hujan tidak ditunjang oleh saluran irigasi.
Maka dari itu, dari situlah kami berniat untuk mendirikan Yayasan Pendidikan Sosial keagamaan. Yayasan Sirojul Hikmah Bendo Santren adalah Yayasan Sosial yang mengelola pendidikan murah dan terjangkau bahkan gratis baik formal maupun non formal dengan sasaran fakir miskin, kaum dluafa, anak-anak yatim serta anak terlantar.
Pendidikan adalah hak setiap warga Negara Indonesia tidak terkecuali fakir miskin, anak-anak yatim dan kaum dluafa’, namun pada realitasnya kaum ini sering kali banyak menemui masalah tentang tata kelola pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu, baik pendidikan formal maupun non formal. Alasan yang dikemukakan klasik sekali yaitu masalah ekonomi. Kita tidak bisa membenarkan alasan-alasan mereka, namun tidaklah pantas kalau kita terlalu menyalahkannya, sebaliknya kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan pemerintah begitu saja, karna dalam hal pendidikan ini pemerintah telah memberikan perhatian khusus bagi anak-anak dari golongan tersebut dengan memberikan bantuan siswa miskin (BSM) atau lewat persiapan keluarga harapan (PKH) yang semestinya kalau dapat terkelola dengan baik tentu anak-anak tersebut akan terpenuhi pendidikannya. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, Pemerintah, Masyarakat dan orang tua, dari 3 (tiga) komponen ini salah satu tidak boleh lepas tanggung jawab karena masing-masing punya peranan yang sangat menetukan untuk sebuah keberhasilan sebuah proses pendidikan
Pembinaan hafalan Al-Qur’an dengan metode bertahap, muroja’ah rutin
Pembelajaran menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum khas pesantren
Penguasaan dasar-dasar ilmu alat (nahwu, sharaf, fiqih)
Suasana pendidikan yang disiplin, beradab, dan religius
Menjadikan lembaga pendidikan formal in formal dan sosial yang unggul dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi
Mengembangkan sistem pendidikan yang berkesinambungan hingga jenjang perguruan tinggi, serta mampu berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara keseluruhan
Dukuhan Pesantren Rt.21 Rw.02 Bendo, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62181
+62 813-5902-7564
sirojulhikmah99@gmail.com